simple blogs tutorial and free download applications

Sabtu, 10 April 2010

JANGAN MERASA PALING HEBAT

Photobucket
“Dan janganlah engkau memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong), dan janganlah berjalan dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang angkuh dan menyombongkan diri.” (Luqman: 18)

Suatu hari seorang Profesor menyewa sebuah sampan untuk membuat penelitian di tengah lautan.Pendayung itu merupakan lelaki tua yang sangat pendiam. Profesor sengaja mengupah lelaki tua itu kerana dia tidak mau orang yang menemaninya banyak bertanya tentang apa yang dia lakukan.

Dengan tekun Profesor itu melakukan tugasnya tanpa menghiraukan pendayung sampan. Dia mengambil air laut dan diisi kedalam tabung uji, digoncang-goncang, kemudian mencatat sesuatu di dalam buku catatan dibawanya. Berjam-jam lamanya Profesor itu melakukan uji coba dengan tekun sekali. Pendayung sampan mendongak ke langit, memandang pada awan yang mulai berarak kelabu. Dalam hati dia berkata “Hmm..tak lama hujan lebat akan turun..”

“OK semua sudah siap mari kita balik.” Lantas pendayung itu memutar sampannya dan mulai mendayung ke arah pantai. Dalam perjalanan itu baru Profesor itu membuka mulut menegur pendayung sampan.
“Dah lama kamu mendayung sampan?” Tanya Profesor kepada pendayung sampan. “Hmm..hampir seumur hidupku,” jawab si pendayung ringkas.
“Seumur hidup kamu? Jadi kamu tidak tahu apa-apa selain mendayung sampan?” tanya Profesor itu lagi.
“Ya..”jawab pendayung sampan dengan ringkas.

Profesor belum berpuas hati dengan jawapan pendayung tua itu. “Kamu tahu Geografi?” Si pendayung menggeleng..
“Kalau begitu kamu hilang 25% dari usia hidup kamu.”
“Kamu tahu Biologi?”tanya Profesor itu lagi. Pendayung sampan itu menggeleng lagi.
“Kasihan kamu telah kehilangan 50% dari usia kamu.”

“Kamu tahu Fisika?” Profesor itu masih bertanya. Seperti tadi pendayung sampan itu hanya menggeleng.
“Sungguh kasihan kalau begitu kamu telah kehilangan 75% usia kamu.Malang sungguh nasib kamu semuanya tidak tahu. Seluruh hidup kamu hanya dihabiskan dengan sampan,tak ada gunanya lagi,”
Profesor itu mengejek dan berkata dengan angkuh setelah merasakan dirinya yang terhebat. Pendayung sampan hanya mendiamkan diri.

Selang beberapa minit kemudian hujan turun dengan lebat, tiba-tiba ombak besar datang melanda. Sampan yang mereka naiki terbalik. Profesor dan pendayung sampan terpelanting. Sempat pula pendayung itu bertanya, “Kamu tahu berenang?” Profesor hanya menggeleng.
“Sayang sekali kamu telah kehilangan 100% nyawa kamu.” Kata pendayung itu sambil berenang ke pantai meninggalkan Profesor yang angkuh tadi.

“Barangsiapa yang merasa sombong akan dirinya atau angkuh dalam berjalan, dia akan bertemu dengan Allah SWT dalam keadaan Allah murka terhadapnya.” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Asy- Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 427)

Kesombongan bukanlah pada orang yang senang dengan keindahan. Akan tetapi, kesombongan adalah menentang agama Allah dan merendahkan hamba-hamba Allah .

Demikian yang dijelaskan oleh Rasulullah tatkala beliau ditanya oleh ‘Abdullah bin ‘Umar , “Apakah sombong itu bila seseorang memiliki perhiasan yang dikenakannya?” Beliau menjawab, “Tidak.” “Apakah bila seseorang memiliki dua sandal yang bagus dengan tali sandalnya yang bagus?” “Tidak.” “Apakah bila seseorang memiliki binatang tunggangan ( kendaraan ) yang dikendarainya?” “Tidak.” “Apakah bila seseorang memiliki teman-teman yang biasa duduk bersamanya?” “Tidak.” “Wahai Rasulullah, lalu apakah kesombongan itu?” Kemudian beliau menjawab: “Meremehkan kebenaran dan merendahkan manusia.” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 426)

Nurul Qur’ani Fikriyah, http://www.rumah-yatim-indonesia.org

Kamis, 08 April 2010

MANISNYA SABAR

Dery, Ahmad dan Andra adalah tiga sahabat yang lekat semenjak mereka kuliah di jurusan arsitektur di sebuah perguruan tinggi di Kota Bandung. Setelah mereka bekerja pun, kekompakan itu masih terlihat dengan bekerjasama dalam pekerjaan paruh waktu atau kerja sampingan walau mereka bekerja di perusahaan yang berbeda. Mereka juga punya hobi sama dalam olah raga yaitu tenis lapangan, sehingga lapangan tenis bila hari minggu menjadi ramai dengan canda-canda mereka. Tiga serangkai yang sangat disukai di lingkungannya dengan gayanya yang ringan, bertanggung jawab dan sangat kooperatif dalam segala hal kebaikan. Diantara mereka bertiga, Ahmad memang kalau dilihat dari penampilan yang paling ketinggalan dari aspek kehidupan ekonominya. Dari raket yang digunakan, kaos yang dikenakan, sepatu yang dipakai sampai datang ke lapangan dengan bersepeda motor terlihat berbeda dengan kedua temannya yang sudah bermobil.

Suatu hari di lapangan tenis itu pada pertengahan tahun 2004, Andra membawa selembar kertas print out tentang sebuah lowongan untuk tenaga arsitektur dari sebuah perusahaan nasional ternama. Mereka bertiga antusias membacanya, bahkan tatkala giliran mereka untuk main pun sampai harus dipanggil, diingatkan, dan mereka tergelak oleh kelakuannya sendiri berlari mengambil raket dan bermain mencari peluh.

Beres bermain mereka berkumpul lagi, ketiganya sepakat untuk ikut tes mencoba mencari pekerjaan yang lebih baik. Pada minggu pertama mereka testing, lapangan tenis sepi dari canda mereka bertiga, mereka diberi pekerjaan rumah untuk mendisain tata letak sebuah permukiman mewah termasuk model rumah yang akan dibangun secara lengkap. Mereka dipaksa begadang selama empat hari tak diberi waktu untuk bersantai.

Ketiganya lulus saringan pertama, dari 200 peserta, menciut menjadi 50 orang saja. Tapi ketiganya dibuat geleng-geleng kepala, mereka disuruh memperbaiki desainnya dengan nyaris mengganti seluruhnya, ’....ngerjain!!!’ keluh mereka bertiga. Tahap kedua pun mereka lulus dan dilanjutkan dengan tahap ke tiga dengan tugas yang nyaris sama, perombakan total.

Pada minggu persiapan menghadapi saringan tahap ke empat Dery dan Andra memutuskan tidak mengikutinya......’gila, penerimaan karyawan, apa perploncoan....!!!’ seru mereka berdua dengan mengolok-olok Ahmad sebagai pekerja rodi. Sementara Ahmad meski merasa berat masih penasaran mengikuti saringan lanjutannya.

Hampir satu tahun sudah Ahmad tidak kelihatan bermain tenis di tempat biasa. Sampai pada hari minggu saat Dery dan Andra bermain tenis ada mobil terrano king road berhenti parkir di sekitar lapangan tenis, mobil yang tidak familiar bagi para pemain tenis disitu, dengan kaca filmnya yang gelap menambah misterius siapa yang ada di dalamnya.

Semua menanti siapa yang akan turun dari mobil mentereng itu dan mau apa dia datang ke tempat tenis. Dengan berkacamata hitam dan seperti sengaja menengahkan wajahnya dengan sedikit mengulum senyum yang menahan tawa, sosok mesterius itu memasuki lapangan. ’Geloooo...... Ahmad....maneh!!! (gila..... Ahmad..... kamu!!!)’, teriak Dery menyambut temannya dengan salam komando, sementara Andra bengong setengah tak percaya, dan kawan kawan lainnya tersenyum senang melihat Ahmad datang. Dengan berseloroh Andra bertanya, ’Lu bawa mobil bagus begitu, lu nyolong mobil di mana Mad???’. Gelak tawa pun berderai.

Ahmad pun akhirnya menjadi pendongeng kisah perjalanan yang menghilang selama satu tahun itu. Dia menceritakan bahwa saringan yang dia ikuti sampai 6 tahapan. Pada tahap keenam, dia datang dengan puncak kelesuan yang sangat, dia sudah memutuskan mundur bila ada tahapan berikutnya. Ketika gambar-gambar kerjanya mulai diserahkan, dia mulai resah bakal dicoret-coret lagi. Namun betapa pucat dirinya tatkala sang penguji itu bukan mencorat-coret, malah melemparkan gulungan gambar hasil kerja 3 hari 3 malam itu ke meja seolah mencampakannya.

Dan sang penguji yang seperti allgojo itu mengajak Ahmad menemui Presiden Direktur perusahaan. Semakin membingungkan baginya, ada apa lagi, begitu pikirnya tak bisa menduga. Setelah dipertemukan dengan Presdir dan dipersilakan duduk, Presdir itu bilang, ’Kamu diterima, ini kontrak kamu silakan dibaca, kalo setuju teken’. Ahmad membacanya dan terbelalak dengan gaji hampir 10 kali lipat dari yang biasa diterima di kantor lamanya.

Ketika Ahmad membaca draft perjanjian, Sang Presdir menjelaskan filosofi ujian saringannya. ’Sebenarnya para peserta yang lolos ke saringan kedua yang jumlahnya 50 orang secara skill semua telah memadai’, serunya dengan tangan tak henti membuka buka berbagai proposal dan menandatangani beberapa surat. ’Tahapan selanjutnya hanyalah ujian kesabaran, karena perusaan besar seperti ini membutuhkan personel yang tahan uji, punya daya tahan stress yang bagus karena mereka akan bekerja dalam tekanan, ditarget waktu.

Begitu banyak orang hebat ilmunya datang dan pergi di perusahaan ini karena mereka tidak punya kesabaran dalam menjalankan pekerjaannya’, Presdir itu panjang lebar menjelaskan. ’Tugas kamu nanti adalah menjadi konsultan saya untuk memberi masukan apakah sebuah kawasan layak dikembangkan, temanya seperti apa, keunggulan apa yang harus ditonjolkan, dan konsep desainnya bagaimana’, imbuh sang Presdir memberi arahan sekaligus berharap Ahmad memahami misi kepemimpinannya.

’Lalu.... mobil itu?’ tanya Andra. ’Konsep pertamaku untuk sebuah komplek perumahan di Bali sangat memuaskan bos, setelah launching, pemesan sudah berbaris,....terus melihat gue ngantor naik bis kota, eh diberi mobil.....diberi dra, bukan dipinjemin?’ jelas Ahmad puas liat temennya bengong. ’trus sampe hampir setahun ini, kemana aja lu nggak nongol’ tanya Dery. ’Gue di ajak jalan jalan ke eropa, untuk memperluas wawasan aritekturku, great trip,...... dan ini oleh-oleh buat kalian yang tidak sabaran, cukup ini saja’, cerita Ahmad bangga sambil memberikan gantungan kunci dengan tertawa setengah mengolok-olok. ’Makanya sabaaar jadi orang, buahnya bakal manis...’, imbuh Ahmad kepada dua temannya seolah telah menjadi pemenang kehidupan.

Sabar memang salah satu kunci penting untuk sukses. Seseorang memerlukan kesabaran untuk sukses karena jalan kompetisi adalah jalan panjang dengan banyak energi yang harus diperas, sesuatu yang tidak bisa dijalani oleh orang-orang yang tidak memiliki daya tahan. Seseorang memerlukan kesabaran untuk sukses karena perencanaan membutuhkan ketelitian yang harus tersusun berbasis kebutuhan waktu dan keharmonisan antar elemen, sesuatu yang tidak bisa dilakoni oleh orang yang tergesa-gesa.

Kesabaran adalah tahan uji dalam menanggung tanggung jawab yang berat. Kesabaran adalah tidak tergesa gesa dalam bekerja telaten.

Kesabaran yang baik adalah kesabaran yang disandarkan kepada kesadaran bahwa tugas kita adalah berusaha, dan Allah yang menentukan. Kasadaran akan prinsip berserah diri dan segala lingkup kehidupan adalah ibadah, akan memberi energi yang besar untuk terus berusaha, telaten menyusun kerincian, beramal untuk kesempurnaan dan tak putus asa manakala mendapat kegagalan.

Dengan kesabaran yang berdimensi ibadah ini, segala hasil akan memiliki nilai baginya, ketika sukses dia menggapai keberhasilan ganda dalam dimensi duniawi-ukhrawi, saat dia gagal, boleh jadi sesungguhnya dia telah menggapai kesuksesan hakiki yang bersifat ukhrawi, kerena keiklasannya untuk mendapat ridha-Nya dengan pahala tanpa batas. Bangunlah kesabaran, karena hanya orang-orang yang sabar saja yang usahanya akan berbuah manis, sebagaimana Ahmad yang telah mengecap manisnya kesabaran dalam menggapai tangga-tangga kesuksesan.

Jumat, 26 Maret 2010

IKHLAS Mengundang Kemudahan HIDUP

Jika Ikhlas Sudah Menjadi kebiasaan, jangan heran kalu hidup menjadi penuh kedamaian dan kasih saying, juga penuh kedamaian dan kasih saying, juga kemudahan dan berbagai kejaiban.


Dengan tersenyum, seorang pria yang tinggal di sebuah kompleks perumahan di Jakarta merelakan dan mengikhlaskan perasaanya begitu mendengar kabar sebuah mobilnya telah hilang dicuri. Dampaknya, ia justru mendapatkan ganti dua buahh mobil dan semuanya baru!


Dengan keikhlasan pemiliknya, sebuah rumah di Depok, Jawa Barat, yang disantroni kelompok pencuri selamat dari aksi penjarahan. Para pencuri tidak mengambil satupun barang yang ada di dalam rumah meski mereka sudah melihat bahkan memegangnya!


Seorang karyawati putus asa karena mendapatkan dua kali surat peringatan akibat target penjualan perusahaannya di Bekasi, Jawa Barat, sebesar Rp 1,5 milyar tidak pernah terkejar. Setelah ia ikhlaskan hatinya, keajaiban pun datang. Hingga setahun kemudian, ia berhasil memberi pemasukan ke perusahaan sebesar Rp. 80 milyar. Ia tak jadi dipecat dan justru dihadiahi berbagai bonus, seperti sebuah rumah, dua kali berangkat umrah, dan melanjutkan sekolah ke S2!


Ketiga kisah tersebut tidaklah mengada-ada. Semuanya merupakan kisah nyata yang dialami orang-orang yang telah menerapkan ’i|mu’ ikhlas dalam kehidupannya, ilmu yang sesungguhnya sudah diajarkan secara turun temurun oleh nenek moyang kita. Tentu kita tidak asing dengan saran seorang teman atau saudara ketika kita tertimpa masalah dengan melontarkan kalimat, “Sudah|ah, ikhlaskan saja .... ”


Kalau mau digali, sebenarnya kalimat itu bermakna sangat dalam. "Ketika masalah mendatangi kita dan kita bersedia mengikhlaskan perasaan kita terhadap masalah tersebut, maka Tuhan akan memberikan solusi untuk kita," kata Erbe Sentanu, pendiri Katahati Institute, lembaga pengembangan diri di Jakarta. Dan kalau Tuhan memberikan solusi, kata Erbe, maka solusinya bisa datang secara tidak terduga, atau dengan kata Iain, ajaib. Inilah yang terjadi dalam ketiga c0nt0h kasus di awal tulisan ini.


Erbe menegaskan, jalan keluar atau kemudahan tersebut memang sudah dijaminkan oleh Tuhan yang Dia tuangkan di sebuah surat dalam Alquran yang kira-kira berbunyi,“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (QS. 65:2-4)


Ikhlas sendiri, bagi Erbe, memiliki arti keterampilan menyerahkan segala urusan kehidupan kepada Tuhan berlandaskan keyakinan dan kepasrahan atas kekuatan-Nya. Seperti saat kita mau menumpang pesawat terbang karena kita yakin bahwa sang pilot (yang tidak pernah kita lihat) akan mengantarkan kita selamat sampai ke tujuan. Sayang, di zaman yang serba cepat dan penuh kompetisi ini, keterampilan tersebut sudah terpinggirkan. Akibatnya, selain semakin banyaknya manusia stres, krisis demi krisis terus terjadi.

KEAJAIBAN IKHLAS ITU ILMIAH

Bagi kita, bangsa Indonesia, ikhlas bukanlah merupakan hal yang baru. Menurut Erbe, ini karena ikhlas sudah merupakan fitrah manusia sejak dilahirkan di dunia. Dan nenek moyang kita tahu itu sehingga muncullah ajaran-ajaran untuk selalu ikhlas. R.M.P. Sosrokartono, kakak kandung RA Kartini, misalnya, terkenal dengan salah satu ajarannya, trimah mawi pasrah (menerima dengan pasrah), yang mencakup “ikhlas terhadap apa yang terjadi, nlenerima apa yang dijalani, dan pasrah terhadap apa yang akan ada."


First Lady pertama RI, Fatmawati Soekarno, sewaktu menunaikan ibadah ke Tanah Suci untuk terakhir kalinya, pergi bertiga dengan istri-istri musuh politik Bung Karno. Ketika akhirnya meninggal di Malaysia pun, ia ditunggui mereka bertiga. Menariknya, ketika Bung Karno meninggal, yang menyalatkan jenazahnya adalah Buya Hamka, orang yang pernah dijebloskannya ke dalam penjara. Kita bisa menarik pelajaran bagaimana konflik bisa terselesaikan dengan manis melalui keikhlasan hati yang ditunjukkan semuapihak yang memiliki hati yang besar.


Kalau benar-benar kita amati, selain ikhlas, keajaiban atau kejadian yang sulit dipercaya, juga bukan hal yang aneh. Sebetulnya kita sering atau pernah mengalami. Dan jika diperhatikan, keajaiban tersebut biasanya terjadi saat kita sudah menyerah kepada keadaan. Ini karena ketika kita menyerah, biasanya kita memasrahkan semuanya kepada Tuhan dan ikhlas apa pun yang terjadi. "Maka, saat itulah Tuhan memberikan solusinya secara tidak diduga-duga seperti yang Dia janjikan," kata Erbe.


Sesungguhnya, tandas Chief Facilitator berbagai pelatihan teknologi spiritual ini, ikhlas dan keajaiban itu adalah sebuah mekanisme alamiah yang ilmiah. llmu Fisika Kuantum menjelaskan bahwa semua benda di alam semesta ini, baik yang tampak mau-pun yang tidak, bahan bakunya sama, berupa vibrasi energi yang memiliki kecerdasan dan kesadaran yang hidup yang disebut quanta. Kalau dilihat melalui mikroskop nuklir, benda-benda padat yang ada di sekeliling kita sama sekali tidak terlihat padat, tapi hanya berupa rongga berisi getaran quanta.


Salah satu hukum Fisika Kuantum juga menyebutkan bahwa tingkah Iaku partikel yang berubah-ubah dari benda padat menjadi getaran vibrasi dan sebaliknya itu sangat tergantung dari niat penelitinya. Ini bisa berarti bahwa semua benda yang Anda Iihat merupakan susunan energi quanta yang tercipta oleh kerja pikiran dan perasaan kita sendiri.


Hal itu sesuai dengan hukum semesta, Law ofAttraction, yang menyebutkan, setiap energi akan menarik energi yang sejenis. Dan karena pikiran dan perasaan itu bahan dasarnya adalah juga quanta, maka keduanya akan menarik apa yang kita pikirkan atau rasakan.


Ini pula yang terjadi ketika seseorang sedang mengikhlaskan perasaan nya terhadap masalah yang tengah dihadapinya. Ia sedang menyelaraskan pikiran dan perasaannya dengan kehendak Ilahi di level kuantum untuk menarik apa yang ia inginkan tersebut. “Maka, solusi yang kemudian hadir itu sebenarnya karena ‘kita undang’, bukan tanpa sebab apalagi ajalb," jelas penulis buku Iaris Quantum lkhlas dan The Science and Miracle of Zona lkhlas ini.


Tentu saja, Erbe melanjutkan, “keajaiban" itu akan hadir kalau kita mampu menciptakan kondisi ikhlas di hati kita dengan cara mengakses zona ikhlas yang ada di dalamnya. Zona ikhlas ini adalah wilayah di dalam hati yang bersifat kuantum yang diyakini para ilmuwan sebagai sumber , segala hal yang dibutuhkan umat manusia. Dalam ilmu pengetahuan, zona ini disebut dengan berbagai nama, seperti Zero Point Field, The Field, Divine Matrix, atau Unified Field.


Lynne McTaggart, peneliti yang menulis buku The Intention Experiment, menyebutkan adanya ruang kosong di alam kuantum di mana semua energi dilahirkan. Ia menamakan nya, Zero Point Field.


Sama dengan Lynne, Gregg Braden dalam bukunya, Divine Matrix, menunjukkan bahwa di dalam Matrix Ilahi itu tersimpan blue print semua ciptaan dalam bentuk ‘benih’ segala kemungkinan yang belum mewujud — balk maupun yang buruk, tergantung pikiran, perasaan, atau niat kita. Jadi, Erbe menegaskan, Zero Point Field, Divine Matrix, atau Zona Ikhlas inilah yang perlu kita akses dan olah dengan pikiran, perasaan, dan doa-doa yang positif untuk membuat perubahan di dalam kehidupan.

MENGAKSES ZONA IKHLAS

Untuk memasuki Kona Ikhlas, Erbe menyarankan brainwave management atau pengaturan gelombang otak agar mendapatkan gelombang yang sesuai dengan gelombang di Zona Ikhlas tersebut. Bila dlrekam dengan alat perekam gelombang otak, EEG (elektroensefalogram), otak terlihat memancarkan gelombang sesuai kondisi jiwa seseorang. Gelombang tersebut dibagi menjadi:

  • Beta (14—i0oHz): kita berada dalam kondisi sadar penuh, konsentrasi, otak didominasi logika.
  • Alpha (8-13,9Hz): kondlsl relaks, lstlrahat, nyaman, medltatli bahagla.
  • Theta (4—;9Hz): kondlsl medltatif yang leblh dalam, khusyuk, domlnasl lntuisl.
  • Delta (o,1—3,9Hz): kondlsl tldur lelap tanpa mimpl, tldak sadar; tidak merasakan punya badan.

Dari keempat gelombang otak tersbut, Alpha dan Theta merupakan plntu masuk ke bawah sadar (dunia kuantum) dI mana Zona Ikhlas Itu terletak. Untuk mencapal gelombang Alpha dan Theta, Erbe menjelaskan, maka otak perlu dllstirahatkan dengan cara relaksasl atau medltasi. Caranya, dengan menstimulir panca Indra kIta. Untuk Indra peraba, blsa dilakukan pemIjatan, sedangkan untuk Indra penglihatan klta melakukannya dengan melihat dan menikmati keindahan. Sementra untuk Indra pengecapan, blsa dilakukan dengan berpuasa, Indra pencluman blsa di Iakukan dengan aromaterapi, serta Indra pendengaran, klta blsa melakukannya dengan mendengarkan Irama alam atau metode terapl musik.


Begitu klta merasakan relaks, nyaman, dan perasaamperasaan posItIf Ialnnya, Itu artlnya otak kIta. sedang dlpenuhl gelombang Alpha. Inllah saat yang tepat bagi kita untuk memberslhkan piklran dan perasaan negatif, trauma atau memorl yang tersimpan di bawah sadar dan menggantlkannya dengan semua hal yang posltlf sehingga tercapallah kondisl ikhlas itu.


Tanda-tanda kelkhlasan Itu adalah kalau klta sudah mampu mengubah perasaan negative tersebut menjadl perasaan nyaman, damal, clnta, syukur dan bahagla. Bralnwave management juga blsa dllakukan dengan menggunakan teknologi terkini, yaItu audio bralnwave, yang kinl sudah mu|aI banyak dlgunakan dI Indonesia. Ini adalah teknologi digital yang dapat memudahkan penggunanya memasuki gelombang Alpha atau Theta secara otomatis melalul suara atau musik. Suara atau muslk itu direkam dalam sebuah compact dlsc (CD) dan dIsIsIpI frekuensl tertentu yang akan melakukan slnkronisasl dengan gelombang otak penggunanya sehlngga tercapallah kondlsi relaks atau medltatif yang dIIngInkan. “JIka menerapkan Ikhlas sudah menjadi suatu keblasaan, maka jangan heran jlka hasll akhlrnya adalah hldup yang tldak hanya penuh kedamaian dan kasih sayang, tapI juga kemudahan dan berbagal keajaIban,” ujar Erbe. Sungguh menyenangkan. Mau?

http://www.quantumikhlas.com/home/the-news/120-ikhlas-mengundang-kemudahan-kidup


Kamis, 25 Maret 2010

CiNta

Jika ia sebuah cinta.....
ia tidak mendengar...
namun senantiasa
bergetar....
Jika ia sebuah cinta.....
ia tidak buta..
namun senantiasa
melihat dan merasa..

Jika ia sebuah cinta.....
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..
Jika ia sebuah cinta.....
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..
Jika ia sebuah cinta.....
ia...tidak cantik..
namun senantiasa menarik..
Jika ia sebuah cinta.....
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan hati..
Jika ia sebuah cinta.....
ia tidak terucap dengan kata..
namun senantiasa hadir dengan sinar mata..

Jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hanya berjanji..
namun senantiasa mencoba memenangi..
Jika ia sebuah cinta.....
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..
Jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir karena permintaan..
namun hadir karena ketentuan...
Jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir dengan
kekayaan dan kebendaan...
namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan...

Senin, 22 Maret 2010

CANTIK, KAYA, Kok BUNUH DIRI ?

CANTIK, KAYA, Kok BUNUH DIRI ?




Aisyah, anakku yang berusia 7 tahun mengalihkan pandangannya
pada jadwal pertandingan sepakbola di sebuah Koran. Tapi
tiba-tiba saja ia bertanya,
"Bu, siapa sih Marlyn Monroe itu?"
"Oooh... itu bintang film Amerika yang terkenal," jawabku
sekenanya.

Aku mengira jawaban itu sudah cukup untuk pertanyaan Aisyah.
Tapi ternyata tidak. Ia melanjutkan jawabanku itu dengan
pertanyaan lain yang membuatku cukup repot menjawabnya.
"Kalau bom seks itu maksudnya apa?" begitu tanya Aisyah.
Terus terang aku terkejut dengan pertanyaan itu. Aku diam
sejenak, lalu mengatakan,
"Itu wanita yang memamerkan kecantikannya. Mereka mengira
dengan begitu akan bisa terkenal, disanjung, dan mendapatkan
uang dengan cepat," kataku hati-hati.
"Wahh... pasti para ratu kecantikan itu cantik sekali
wajahnya ya Bu" katanya polos.
"Ya... katanya sih memang begitu," kataku apa
adanya.Lagi-lagi kukira dialog kami akan selesai di sini,
tapi ternyata tidak. Aisyah, putriku yang baru duduk di kelas
2 SD itu memang kritis. Ia pun melontarkan pertanyaan lagi
yang menjadikanku lebih serius menanggapi pertanyaannya.
"Kok ibu bilangnya pakai "katanya', memangnya Marilyn Monroe
sekarang sudah tua atau sudah tidak cantik lagi?"
"Bukan begitu, dia sekarang sudah meninggal... bunuh diri..."
begitu jawabku. Kupikir aku memang harus bisa menjelaskan
masalah ini dengan baik kepada putriku.

Setelah perkataanku itu, Aisyah meletakkan koran yang ada di
tangannya dan mendekatiku sambil mengatakan, "Kenapa bu? Kan
tadi ibu bilang ia orangnya cantik, kaya, terkenal. Kenapa
dia bunuh diri?"
Aku mencoba menenangkan diri dan menjawab pertanyaannya
perlahan. "Yah, ia memang cantik, terkenal dan kaya. Tapi itu
semua sekali tidak membuatnya bahagia," kataku sambil
menarik nafas. Kali ini aku sudah menduga kalau jawabanku itu
akan memancing pertanyaannya lagi. Justru sekarang aku yang
ingin agar dia kritis terhadap jawabanku tadi. Aku pun
bersiap mendengarkan pertanyaan berikutnya.
"Bagaimana mungkin bu, orang cantik, terkenal, kaya, tapi
tidak bahagia?" katanya. Pertanyaan itu yang memang kutunggu.
Aku menjawab, "Ya, karena hatinya kelaparan dan Ruhaninya
kering."
"Apa bu, hatinya kelaparan? Maksudnya bagaimana sih?"
tanyanya makin penasaran.

Aku terdiam sejenak, berfikir untuk bisa menjelaskan masalah
ini dengan tepat.
"Puteriku, manusia itu seperti yang diajarkan oleh agama kita
terdiri dari tubuh, pikiran dan hati. Agar seseorang bisa
hidup seimbang, bahagia, dan sehat, maka semuanya itu harus
diberi makanan. Makanan tubuh kita itu adalah nasi, buah atau
minuman. Pikiran kita makanannya adalah ilmu pengetahuan
seperti yang engkau pelajari di sekolah dan apa yang kau baca diberbagai media, Sedangkan hati,makanannya adalah melaksanakan aturan Agama dengan penuh keyakinan seperti Iman akan adanya Allah, iman dengan takdir-Nya, kasih sayang-Nya, kekuasaan-Nya, iman kepada hari akhirat dan ain-lain. Sepanjang apapun seseorang hidup, pasti akhirnya akan kembali kepada Allah SWT. Kita akan berhadapan dengan Allah dan mempertanggung jawabkan segala perbuatan kita di hadapan Allah... Saat itu, balasan yang kita terima hanya satu dari dua, surga atau neraka. Dan Allah tak mungkin tidak adil terhadap hamba-Nya
"

Anakku tampak serius sekali memperhatikan uraian tadi. Ia pun
terdiam, sepertinya berpikir. "Apakah Marilyn Monroe tidak
mengetahui hal itu sehingga ia bunuh diri?" katanya.
"Bisa jadi ia tahu tapi mungkin belum yakin. Tapi umumnya orang yang bunuh diri itu
adalah karena putus asa dan kekecewaan yang sangat berat.
Putus asa seperti itu tidak dialami oleh seorang yang
beriman. Dalam surat Yusuf Allah swt berfirman, "Tidaklah
orang yang putus asa kepada rahmat Allah itu kecuali
orang-orang yang kafir..." Meskipun ia mengalami kesulitan,
penderitaan dan berbagai kesusahan, tapi orang beriman tetap
percaya pada kasih sayang Allah SWT. Ia bisa melakukan
sholat, berdo'a, berdzikir, membaca al-Qur`an yang menjadikan
hatinya terang dan jiwanya segar kembali. Karena itulah
orang-orang beriman saja yang bisa hidup bahagia ...."

Sahabat, sering kita mendengar kata IMAN, bahkan membacanya sendiri teori Iman diberbagai kitab, tapi mengapa Nikmat dan Indahnya Iman itu kadang masih belum terasa? Karena kita kadang tidak berani minta bukti atau mencari bukti terhadap apa yang kita imani ( yakini ). Mengapa kita harus minta bukti atau mencari bukti ? agar Iman kita ini tidak setengah-setengah tapi totalitas karena dengan melihat langsung atau merasakan langsung akan menumbuhkan keimanan yang kokoh tak tergoyahkan.

Seorang Ibrahim, manusia pilihan setelah beliau mengetahui bahwa Allah adalah Tuhan yang menciptakan Bintang, Bulan dan Matahari, kemudian beliau minta bukti ingin melihat bagaimana Allah menghidupkan seekor burung yang telah dicincang menjadi empat bagian, dan Allahpun memperlihatkan kekuasaannya itu kepada Nabi Ibrahim.

Seorang Musa, manusia pilihan setelah beliau mampu berkomunikasi langsung dengan Allah SWT, masih minta agar beliau bisa meihat secara langsung Dzat Allah SWT, dan Allahpun lagi2 memperlihatkan Dzatnya itu kepada Musa namun Musa tidak mampu melihatnya karena Gunung yang kokoh didepan matanya saja hancur lebur setelah melihat Dzat Allah SWT.

Kalau Nabi-Nabi pilihan saja minta bukti, mengapa kita yang manusia biasa tidak berani minta bukti ? Bagaimana caranya ? buatlah sebuah Proyek lalu munajatkan kepada Allah yang Maha Mendengar pinta kita.. Mulai dari Proyek kecil-kecilan sampai Mega Proyek silahkan minta bukti gak usah takut, Bagaimana merasakan pertolonganNYA, Kasih SayangNYA, PemaafNYA dan segalanya

Contoh : Proyek Cari Jodoh, pertama yakinkan diri kita siap menikah, telah mempersiapkan segala sesuatu tentang pernikahan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki, telah mempelajari dengan baik hal-hal dan aturan2 pernikahan, setelah itu mintalah bukti akan kekuasaan Allah SWT mendatangkan Jodoh yang telah ada di TangnNYA.

” Ya Allah, Engkau yang Maha Mendengar dan Maha Kuasa, Engkau Maha Tahu betapa nafsuku telah menguasai sendi-sendi tulangku dan aliran darahku, betapa mataku tak mampu lagi menundukkan pandangan terhadapan kecantikan dan ketampanan makhluk ciptaanMU, betapa hatiku telah iri melihat kemesraan yang telah dipertontonkan disetiap perjalannku. Ya Allah karena jodohku ada dalam genggaman TanganMU, lepaskanlah genggamanMU dan berikanlah padaku ”, Insya Allah tak lama berbagai jalan mudah akan kita temui dan jika ini terjadi, maka itulah IMAN akan tertanam. IMAN BUKAN DIUCAPKAN TAPI DIBUKTIKAN & DIRASAKAN .



Tujuh Dosa Besar yang Mencelakakan




قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اِجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ، قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: اَلشِّرْكُ بِاللهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِيْ حَرَّمَ اللهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأْكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ اْليَتِيْمِ وَالتَّوَلِّيْ يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ اْلغَافِلَاتِ

(صحيح البخاري)

" Jauhilah tujuh dosa besar yang mencelakakan, para sahabat berkata: " apakah itu wahai Rasulullah?", Rasul bersabda: " Syirik (menyekutukan Allah), dan sihir, dan membunuh orang yang dilarang oleh Allah kecuali dengan kebenaran, dan memakan riba, dan memakan harta anak yatim, dan melarikan diri dari peperangan, dan menuduh zina terhadap wanita baik-baik". ( Shahih Al Bukhari )

Tujuh dosa besar yang membawa kecelakaan dan membawa musibah serta kemurkaan Ilahi.
- Yang pertama Syirik yaitu menyembah selain Allah, namun siapapun yang menyembah selain Allah jika ia bertaubat maka diterima taubatnya oleh Allah. Sebagian orang mengatakan (karena kesalahfahaman) bahwa dosa yang tidak diampuni oleh Allah adalah menyembah selain Allah, memang betul jika orang itu tidak bertaubat tetapi jika ia bertaubat maka ia diampuni oleh Allah subhanahu wata'ala. Namun dosa-dosa yang lain jika tidak menyembah selain Allah, itu akan mendapatkan pengampunan Allah kelak walaupun terlambat, tetapi kalau syirik (menyekutukan Allah) maka ia tidak diampuni Allah kecuali jika ia sudah bertaubat, karena tidak ada satu dosa pun yang tidak pupus dengan taubat.
- Kedua adalah Sihir, yang merupakan dosa besar. Banyak sekali pertanyaan yang muncul kepada saya di forum website, email, surat dan lainnya tentang bagaimana hukumnya sihir?, jelas sudah bahwa sihir adalah dosa besar karena sihir itu memperbudak atau mempertuan syaitan atau jin untuk membawa celaka atau musibah bagi orang lain. Hubungan yang dilarang antara manusia dengan jin ada dua hal yaitu memperbudaknya dan mempertuannya, kalau bersahabat dengan jin tidak ada larangannya dalam syariah dan dalam semua madzhab.
Jadi yang dilarang adalah memperbudak jin atau mempertuannya, sedangkan bersahabat dengan jin tidak ada larangannya namun tidak ada pula perintahnya. Oleh sebab itu para ulama' tetap pada posisinya bahwa bersahabat dengan jin tidak ada larangannya dan tidak ada perintahnya.
sihir adalah perbuatan para dukun untuk mencelakakan dan merugikan orang lain dengan memperbudak atau mempertuan jin, maka itu merupakan perbuatan dosa besar, termasuk juga ramalan, maka jangan tertipu, zaman sekarang orang-orang justru membayar untuk mendapatkan dosa besar, misalnya ikut ramalan di SMS tentang rizki atau yang lainnya, rizkimu jangan sampai engkau pasrahkan pada SMS, karena rizkimu adalah dari Allah subhanahu wata'ala. Barangkali karena kita kirim SMS ramalan seperti itu dan mengeluarkan biaya 1000, 2000, atau 5000 hanya jumlah kecil tetapi bisa jadi Allah akan menutup jutaan rizki kita karena Allah subhanahu wata'ala melihat hamba-Nya telah memasrahkan takdirnya kepada SMS, lebih percaya pada SMS daripada kepada Allah. Maka jauhilah hal itu, jangan sampai harta kita terlibat dalam hal itu.
- yang ketiga adalah Membunuh seseorang kecuali dengan kebenaran. Maksudnya adalah membela diri. Memebela diri sehingga orang yang ingin mencelakai terbunuh maka hal ini tidak dilarang dalam syariah, atau karena mempertahankan nyawa kita, harta kita, atau masyarakat kita, misalnya diserang dan kita membela diri hingga terbunuh orang yang menyerang kita, maka hal itu adalah kebenaran. Tetapi sengaja membunuh adalah salah satu diantara tujuh dosa besar, demikian sabda Rasul shallallahu 'alaihi wasallam.
- Yang keempat adalah makan hal yang riba, wal'iyadzu billah. Allah subhanahu wata'ala berfirman:

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

( البقرة: 275 )

" Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaithan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya ". ( QS. Al Baqarah: 275 )

Kelak di hari kiamat orang-orang yang memakan riba, mereka akan berdiri dengan bergetar dan berguncang seakan-akan mereka dirasuki oleh syaitan, karena mereka telah memakan riba di masa hidupnya, dan mereka berkata ketika di dunia bahwa jual beli itu sama saja seperti riba. Riba adalah perdagangan atau jual beli yang mengandung bunga. Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba (bunga yang berlipat). Dan barangsiapa yang berhenti dari memakan riba maka Allah subhanahu wata'ala akan memaafkan dan mengampuninya, dan semua dosa yang pernah ia perbuat akan kembali kepada Allah Yang Maha Pemaaf, dan barangsiapa yang tetap melakukannya maka ia akan sampai kedalam api neraka dan kekal didalamnya. Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda bahwa: "orang yang memakan riba maka di hari kiamat ia berada di sungai darah", demikian riwayat Shahih Al Bukhari.

- yang kelima adalah memakan harta anak yatim.
- Yang keenam adalah melarikan diri dari peperangan, yaitu saat peperangan membela Islam, membela negara dan bangsa, membela rakyat, membela wilayah kita, disaat itu ia melarikan diri karena menyelamatkan dirinya, maka ia terkena dosa besar. Maka jangan melarikan diri ketika kita atau wilayah dan negara kita diserang oleh musuh.
- Dan yang terakhir (Ketujuh) adalah menuduh wanita baik-baik melakukan zina, hati-hati jangan sampai kita terjebak dalam hal ini, jangan sembarang menuduh berzina pada wanita baik-baik, misalnya melihat seorang wanita dan lelaki berjalan ke suatu tempat sepi dan mengatakan " mereka itu berzina ", hati-hati kata-kata itu adalah dosa besar. Jika tidak ada 4 orang saksi yang betul-betul menyaksikan persetubuhannya maka hal itu adalah "menuduh wanita baik-baik melakukan zina", yang itu adalah termasuk dosa besar. Al Imam Ibn Hajar Al Asqalany di dalam Fathul Bari bisyarh Shahih Al Bukhari mensyarahkan bahwa wanita yang baik-baik lantas dituduh berbuat zina, barangkali wanita atau pria yang berbuat hal-hal yang melanggar syariah tapi tidak sampai pada perbuatan zina, maka jangan dikatakan berzina karena hal itu dosa besar.

Tausiyah: Habib Munzir Al Musawa

Kamis, 18 Maret 2010

NEVER GIVE UP

Bila kondisi hari ini masih seperti kemarin di mana harapan belum
menjelma menjadi nyata. Tetaplah tersenyum. Bukan berarti Allah
mengabaikan doa-doa kita. Kita tahu, Allah adalah Dzat Yang Maha
Mengabulkan doa-doa hamba-Nya.

Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku
akan mengabulkannya?? (QS Al mu'min:60).

Tak ada yang dapat
mera...gukan janji-Nya. Doa kepada-Nya ibarat sebuah investasi. Tak akan
pernah membuat investornya merugi. Karena penjaminnya adalah Dzat Yang
Maha Pemurah, Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Dzat Yang Maha
Welas Asih itu, tak akan pernah ingkar janji. Tidak akan sia-sia munajat
yang kita mohonkan pada-Nya, baik di waktu siang apalagi di sepertiga
malam.

Ketika lebih banyak makhluk-Nya pulas, dalam dekapan dinginnya
malam dan hangatnya selimut tebal.

Bila belum ada perubahan
berarti tentang rencana-rencana kita, tetaplah tersenyum. Allah lebih
mengetahui apa-apa yang baik untuk kita. Yakinlah, bahwa:

Sesuatu
yang telah ditentukan oleh Allah pasti akan datang, maka janganlah
kalian minta untuk disegerakan.? (QS An Nahl:1).

Allah Maha
Mengetahui kapan sesuatu pas untuk kita, baik dalam sisi timing maupun
momentnya. Allah, Pencipta alam raya ini, adalah sutradara hebat, yang
tidak akan membiarkan kita terpuruk dalam keburukan. Selama kita yakin
akan kekuasaan-Nya, yakin akan kasih sayang-Nya.

Jika semua
serasa buntu, tak ada kemajuan berarti. Tetaplah juga tersenyum. Allah
punya cara sendiri untuk membuat kita senantiasa dekat dengan-Nya.
Mungkin, semua ini dibuat-Nya untuk kita agar kita senantiasa hanyut
dalam sujud-sujud panjang di penghujung malam. Senantiasa larut dalam
tangis penuh harap, dalam buaian doa-doa panjang nan khuyuk.

Semua
tak akan tersia-sia begitu saja. Allah, mencatat setiap upaya yang kita
lakukan dan doa yang kita panjatkan. Segala sesuatu yang kita perbuat,
sekecil apa pun itu, akan menuai balasan di sisi-Nya kelak. Niatkan
semuanya hanya untuk meraih ridha-Nya, agar perjuangan hebat ini tak
hanya bermakna sementara. InsyaAllah kita akan memetik buahnya kelak, di
waktu yang telah Ia tentukan.

Dunia ini fana. Tak ada yang kekal
didalamnya. Pun perjuangan ini, pengorbanan ini, juga kesulitan ini.
InsyaAllah, suatu hari nanti, harapan akan berbuah kebahagiaan. Akan
menjelma menjadi kemudahan. Karena, sekali lagi, Allah telah menjamin:

Karena
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah
kesulitan itu ada kemudahan.? (QS Al Insyirah: 5-6)

Allah pasti
akan memberikan kemenangan atau mengadakan keputusan yang lain dari
sisi-Nya.? (QS Al Maidah:52)

Tetaplah berbaik sangka kepada-Nya.
Tetaplah berharap sepenuh hati kepada-Nya. Tetaplah gantungkan asa
setinggi apa pun itu, hanya kepada-Nya. Sekali lagi, hanya kepada-Nya.

Sesungguhnya,
rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.? (QS Al
A'raf: 56)

Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang
kafir.? (QS Yusuf: 87).

Dan, jika akhirnya harapan tidak menjelma
seperti yang kita idamkan, tetaplah terus berbaik sangka kepada Tuhan
Yang Maha Mengetahui. Karena,

Boleh jadi kamu membenci sesuatu,
padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu,
padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak
mengetahui.? (QS Al Baqarah: 216).

Teruslah berjuang. Demi sebuah
azzam yang dipancangkan untuk meraih ridho Ilahi Robbi.

Wallohua'lam
bishshowwab.

"IK Kalimasada"

MENJADI PECINTA AKHIRAT

Sore itu pak Budiman ( bukan nama sebenarnya ) menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai mereka membayar semua barang belanjaan. Tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan. Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya.

Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, “Beri kami sedekah, Bu!”
Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas
berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala ia tahu jumlahnya dan ternyata itu tidak mencukup kebutuhannya, ia kemudian menguncupkan jari-jarinya dan ia arahkan kearah mulutnya, kemudian ia memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke arah mulutnya.
Seolah ia berkata dengan bahasa isyarat, “Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan.
” Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, “Tidak… tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!”

Ironisnya meski ia tidak menambahkan sedekahnya malah istri dan putrinya Budiman menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan.

Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang adalah tanggal dimana ia menerima gajian dari perusahaannya, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekeningnya. Ia sudah berada di depan ATM. Ia masukkan kartu ke dalam mesin tersebut. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncullah beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening. Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya.

Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Kemudian uang itu ia lipat menjadi kecil dan ia berniat untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah. Budiman memberikan uang itu. Lalu saat sang wanita melihat nilai uang yang ia terima betapa girangnya dia.

Ia berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan:
“Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah… Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga.Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga…!” Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja.
Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu.

Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya,
“Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga….!” Deggg…!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan.

Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana. Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman.

Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu.
“Ada apa Pak?” Istrinya bertanya. Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan: “Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!”
Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman menyatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis itu.

Namun Budiman melanjutkan kalimatnya: “Bu…, aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat mereka menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!
Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah. Bu…, aku malu kepada Allah!

Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah.”

Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang suka lalai atas segala nikmat-Mu!

Sahabat, mangapa kita masih kadang sering menggenggamkan tangan ketika di sekitar kita semakin banyak yang membutuhkan uluran tangan kita ? salah satu sebabnya adalah kita masih belum serius meghadapi kehidupan Akhirat dengan segala bentuk kenikmatannya dan segala derita yang sangat mengerikan dengan batas waktu yang tak terbayangkan lamanya dan kekalan didalamnya.

Kita kadang lebih banyak tenggelam dan ingin sekali terlibat dalam glamornya kehidupan duniawi dan sering lupa akan datangnya kehidupan Akhirat. Visi kita sering terhenti kepada suksesnya mencapai sejumlah capital dan Passive Income lupa akan Visi Kebahagiaan di Akhirat.

Coba kita bandingkan antara kehidupan Keluarga Pak Budiman dengan Keluarga Rasulullah SAW yaitu Ali Bin Abi Thalib (seorang menantu Kepala Negara ) dalam menyikapi Harta dan Kekayaan yang ada di tangan mereka dalam kisah selanjutnya, ( ingat Ali Bin Abi Thalib adalah manusia biasa seperti kita, maka membandingkan adalah hal yang wajar karena ajaran kitab suci kita juga sama yaitu Al-Qur’an, dengan Al-Qur’an seorang yang Buta Huruf seperti Muhammad SAW lahir menjadi Pemimpin dan Teladan bagi semua Ummat, seorang Preman seperti Umar bin Khothob Kepala Negara yang amat bijak dsb, tinggal bagaimana kita seberapa intensifkah kita belajar Al-Qur’an ?, ada waktu khusus, atau sisa waktu saja untuk Al-Qur’an atau disetiap ada kesempatan saja atau diseluruh aktifitas senantiasa kita sinergikan dengan Al-Qur’an ? )

Pada suatu hari Hasan dan Husen sakit keras. Fatimah binti Rasululloh SAW dan Ali bin Abi Thalib bernadzar kepada Allah, jika kedua putranya sembuh, mereka akan berpuasa selama tiga hari. Tanpa diduga Hasan dan Husen mengatakan bahwa mereka juga akan ikut berpuasa.

Allah berkenan memulihkan kesehatan Hasan dan Husen, dan keluarga Ali melaksanakan Nadzarnya walaupun mereka tidak mempunyai makanan sedikitpun untuk bekal berbuka puasa.

Pada saat itu Ali menemui orang Yahudi kenalannya bernama Sya’mun ia menawarkan diri untuk memintal bulu domba dengan imbalan tiga takar gandum. Pekerjaan memintal bulu domba itu dikerjakan Fatimah.

Pada hari pertama, Fatimah RA menyelesaikan sepertiga pekerjaannya dan mengambil setakar gandum sebagai upahnya. Tibalah waktu untuk berbuka puasa, mereka berkumpul untuk menikmati roti yang masih hangat.

Ketika mereka akan menikmati roti tersebut, tiba-tiba datanglah seorang pengemis meminta makanan. Ia berkata ,”Wahai keluarga Nabi, maukah kalian bersedekah kepada hamba, seorang fakir miskin yang sudah tidak makan beberapa hari lamanya?”. Dengan perasaan iba mereka memberikan roti itu kepada pengemis tadi dan mereka berbuka puasa bersama hanya dengan minum air tawar saja.

Keesokan harinya, mereka meneruskan nadzarnya. Pada waktu berbuka puasa, tiba-tiba terdengar orang memanggil mereka, “Wahai keluarga Rasulullah, aku seorang anak yatim, tidak ada sekerat makananpun dirumahku. Tolonglah aku, aku sangat lapar.” Ketika pintu dibuka, tampaklah seorang anak kecil yang kurus kering dengan badan gemetar. Melihat keadaan itu lalu merekapun memberikan roti yang siap mereka makan itu dan kembali mereka berbuka puasa hanya dengan air tawar.

Pada hari ketiga Fatimah menyelesaikan perkerjaannya yang tinggal sepertiga , setelah usai memintal ia pun mengambil gandum yang tinggal setakar lagi. Gandumpun diolah menjadi beberapa potong roti untuk berbuka puasa. Waktu berbuka puasa tiba, baru saja tangan mereka akan mnyentuh roti terdengar suara memanggil, “ Wahai keluarga Rasulullah, aku adalah seorang tawanan yang baru dilepas kaum kafir. Selama ditawan aku tidak diberi makanan sedikitpun, tolonglah aku.” Suara tersebut berasal dari seorang lelaki tua yang kurus kering. Ia berdiri di depan pintu.

” Wahau istriku Fatimah, tanpa ada orang yang menunjukkan ia datang kemari, ia mengeluh karena kelaparan dan kelihatan sengsara sekali. Barang siapa memberi orang yang sedang membutuhkan, ia akan memperoleh balasannya di akhirat kelak.” Kata Ali kepada istrinya. Fatimah menjawab, “Kita sudah tidak mempunyai gandum lagi, kedua anak kitapun sudah tampak kelaparan. Ya Allah, berilah mereka kekuatan. Wahai suamiku, tolonglah tawanan itu, ia lebih menderita daripada kita.” Akhirnya roti itupun diberikan kepada tawanan tadi.

Keesokan harinya mereka tidak berpuasa lagi, namun badan mereka sangat lemah. Fatimah dan Hasan & Husen pergi kerumah Rasulullah SAW, untuk meminta makanan. Beliau sangat sedih melihat keadaan mereka, lalu memeluknya sambil berurai air mata.

Pada saat itu turunlah ayat Al-Quran sebagai berikut :

“Mereka menunaikan nadzarnya dan takut kepada suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Mereka berkata” Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridhaan Allah, bukan karena mengharap balasan dan ucapan terima kasih darimu,”. Dan Allah memberi balasan kepada mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutra karena kesabaran mereka (Q.S Al-Ihsan:7-9 dan 12)

Subhanallah, Mari Segera Abadikan Yang Tersisa Dengan Sedekah, jika kita belum mampu mengabadikan Yang Terbaik. Dengan mengikuti Program Sedekah untuk Pelatihan Keterampilan dan Latihan Kerja untuk Remaja Yatim dan Dhu’afa. Info lengkap silahkan klik http://www.rumah-yatim-indonesia.org




MENJADI MANUSIA YANG TAK TERBATAS

Sahabat ,,,
Hidup kita di dunia ini sangat sangat terbatas, kemampuan kita terbatas waktu kita juga terbatas dan yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah bahwa keterbatasan itu, kita tidak tahu kapan berakhirnya, besok ? lusa ? bulan depan ? atau tahun depan ? sama sekali kita tidak tahu dan tak seorangpun tahu !

Oleh karena itu kita harus berbuat sesuatu yang membuat hidup kita menjadi Tak Terbatas, mengapa ? karena kita harus selalu khawatir kalau-kalau bekal untuk menghadap ke Pegadilan Allah Yang Maha Adil kelak, tidak cukup !

Ada satu hal yang sangat-sangat mudah dilakukan oleh kita semua yang membuat HIDUP KITA MENJADI TAK TERBATAS, apa itu ? PROSPEK ! yaitu MENGAJAK ORANG LAIN UNTUK BERBUAT BAIK, wah susah tuh ! tidak ada yang susah di Era Teknologi yang serba canggih saat ini, Bagaimana caranya ?

Coba sejenak kita renungkan Sabda Rasulullah SAW : “Siapa saja yang MENGAJAK kepada KEBAIKAN atau PETUNJUK maka ia akan MANDAPATKAN PAHALA SEPERTI PAHALA ORANG TERSEBUT YANG MENGIKUTINYA, yang demikian itu tidak akan mengurangi pahala mereka sedikitpun.” ( Al-Hadits )
artinya apa ? kalau banyak orang yang berbuat baik karena ajakan kita, maka disaat kita diam, atau tertidur bahkan matipun kita akan terus kebanjiran Pahala dari orang-orang yang berbuat baik karena ajakan kita tersebut, wow....enak bukan ? dan itu adalah hal yang sangat mudah.

Masih ingat salah satu langkah dalam MLM agar mendapatkan Passive Income adalah Mengundang orang dikumpulkan dalam satu tempat untuk dimotivasi dan diprospek agar ikut masuk mejadi member.

Nah inilah yang akan kita lakukan dalam dunia Maya dengan mengoptimal Facebook sebagai Media Prospek hanya saja tujuan kita adalah MENGAJAK TEMAN UNTUK BERBUAT BAIK agar kita dan teman-teman kita menjadi MANUSIA YANG TAK TERBATAS

Baik ! , saat ini Rumah Yatim Indonesia telah mempunyai 50.000 member aktif dari 100 grup yang telah dan akan kita buat dan itu adalah hasil dari ajakan Anda semua untuk bergabung dalam Grup2 RYI, sampai saat ini telah ada ribuan orang yang menyatakan dirinya BERTAUBAT dan BERUBAH MENJADI LEBIH BAIK, mengakhiri masa lalunya yang kelam dan memaulai hidup baru yang lebih berarti dan berkualitas untuk Dunia dan Akhiratnya. Dan hampir seribu orang yang telah ikut berpartisipasi membantu para anak Yatim dan Dhu’afa dalam program RYI, dan lagi-lagi itu semua adalah hasil dari ajakan Anda bergabung dalam Grup2 RYI.

Sahabat , coba kita bayangkan sejenak betapa dahsyatnya ! kalau ada ratusan atau ribuan orang yang kita undang dalam Grup-Grup RYI dan mereka kemudian mengubah hidupnya menjadi lebih baik terhadap sesama dan lebih taat kepada Allah SWT kemudian mereka berlomba-lomba untuk beramal sholeh dan berpartisipasi membantu menyantuni dan memberdayakan para Yatim dan Dhu’afa, lalu kemudian para Yatim dan Dhu’afa ini tumbuh dan berkembang menjadi manusia-manusia yang sholeh sholehah dan mandiri yang bernafaat untuk diri, keluarga dan masyarakatnya serta Agamanya, Subhaanallah, maka darah daging mereka akan menjadi saksi kelak untuk kita semua yang mengajak kepada kebaikan dan petunjuk, bagaimana ? dahsyat bukan ? semudah itulah menjadi MANUSIA TAK TERBATAS.

OK, BAGAIMANA SELANJUTNYA ?
Mari kita lakukan saat ini juga untuk meng add orang sebanyak-banyaknya jangan pernah berhenti meng add orang dan membuat account baru di Facebook selama ada kesempatan dan mumpung Facebook masih gratis, targetkan setiap account Anda maksimal mendapatkan 4.900 member ( jangan melebihi 5000 member ). Lalu undanglah seluruh member/teman anda ke Grup RYI, CARANYA ?

CARANYA :
Masuklah ke Home (Beranda) FB Anda lalu klik Group, kemudian pilihlah Group ZAKAT lalu bukalah Grup tersebut, lalu klik Invite People to Join ( Undang Orang untuk Gabung ) lalu klik/centanglah seluruh teman Anda, bagi Anda yang pernah mengundang centang aja lagi teman anda yang gambarnya belum abu2, kemudian ketiklah pesan yang menarik pada kotak add a Personal Message (sisipkan pesan pribadi ) misalnya : BAGI ANDA YANG INGIN MEMAKSIMALKAN FB ANDA UNTUK MENDULANG PAHALA DAN MENGINGINKAN HIDUP ANDA MENJADI LEBIH BAIK DAN BERKUALITAS MARI KITA GABUNG DI GRUP ISTANA SORGAKU atau kaimat ain yang lebih menarik, agar teman2 Anda tertarik Gabung dalam Grup ini setelah itu klik Send Invitations ( kirim undangan ), OK selesai.

Mari kita lakukakan sekarang juga karena SAAT INI adalah PENENTU MASA DEPAN KITA, dan Kita akan melihat bersama apa yang akan terjadi setelah hal ini kita lakukan secara bersama-sama.

Terima kasih, SELAMAT MENJADI MANUSIA UNLIMITED DAN MEMBANGUN JARINGAN YANG KOKOH BERSAMA RUMAH YATIM INDONESIA, Jaringan yang kita bangun ini pada saatnya nanti bukan hanya untuk kepentingan RYI semata, tapi UNTUK KITA SEMUA YANG MEMBUTUHKAN, PASTI !


daftar blog fifa negh

Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu, jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang dihatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu
sebab orang yang menduakan hati hidupnya tidak akan tenang

@Kreta Argojati,Cirebon-Jakarta. (MUSLIM - 4670) >>

dari Abu Sa'id dan Abu Hurairah bahwasanya kedua orang sahabat itu pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada penderitaan, kesengsaraan, sakit, kesedihan dan bahkan juga kekalutan yang menimpa seorang mukmin, melainkan dengan semua it...u dihapuskan sebagian dosanya."

Insan Kamil Kalimasada


"i know i'm not perfect.. even god know i'm not perfect.. but God know who can love her the most, and that's the important"

Ke dalam tangan setiap individu diberikan kekuasaan yang mengagumkan untuk berbuat baik atau jahat - pengaruh yang diam, tidak disadari, tidak terlihat dari kehidupannya. Ini merupakan pancaran konstan dari siapa orang itu sebenarnya, bukan sosok pura-pura yang ia perankan.
“Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu”
-Gus Dur- (diungkap kembali oleh Hermawi Taslim)
cinta itu..bukan bagaimana cara menerima..tp bagaimana cara memberi..cinta bukan ini salah kamu tapi maafkan aku..cinta itu bkn bgemana mjd pasangan yg sempurna bagi se2orang..tapi bagaimana caranya mengambil hikmah dari setiap kejadian sampai kita merasa sempurna karenanya.. -cielz-

Pengikut