Sore itu pak Budiman ( bukan nama sebenarnya ) menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai mereka membayar semua barang belanjaan. Tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan. Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya.
Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, “Beri kami sedekah, Bu!”
Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas
berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala ia tahu jumlahnya dan ternyata itu tidak mencukup kebutuhannya, ia kemudian menguncupkan jari-jarinya dan ia arahkan kearah mulutnya, kemudian ia memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke arah mulutnya.
Seolah ia berkata dengan bahasa isyarat, “Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan.
” Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, “Tidak… tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!”
Ironisnya meski ia tidak menambahkan sedekahnya malah istri dan putrinya Budiman menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan.
Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang adalah tanggal dimana ia menerima gajian dari perusahaannya, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekeningnya. Ia sudah berada di depan ATM. Ia masukkan kartu ke dalam mesin tersebut. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncullah beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening. Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya.
Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Kemudian uang itu ia lipat menjadi kecil dan ia berniat untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah. Budiman memberikan uang itu. Lalu saat sang wanita melihat nilai uang yang ia terima betapa girangnya dia.
Ia berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan:
“Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah… Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga.Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga…!” Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja.
Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu.
Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya,
“Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga….!” Deggg…!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan.
Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana. Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman.
Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu.
“Ada apa Pak?” Istrinya bertanya. Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan: “Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!”
Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman menyatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis itu.
Namun Budiman melanjutkan kalimatnya: “Bu…, aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat mereka menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!
Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah. Bu…, aku malu kepada Allah!
Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah.”
Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang suka lalai atas segala nikmat-Mu!
Sahabat, mangapa kita masih kadang sering menggenggamkan tangan ketika di sekitar kita semakin banyak yang membutuhkan uluran tangan kita ? salah satu sebabnya adalah kita masih belum serius meghadapi kehidupan Akhirat dengan segala bentuk kenikmatannya dan segala derita yang sangat mengerikan dengan batas waktu yang tak terbayangkan lamanya dan kekalan didalamnya.
Kita kadang lebih banyak tenggelam dan ingin sekali terlibat dalam glamornya kehidupan duniawi dan sering lupa akan datangnya kehidupan Akhirat. Visi kita sering terhenti kepada suksesnya mencapai sejumlah capital dan Passive Income lupa akan Visi Kebahagiaan di Akhirat.
Coba kita bandingkan antara kehidupan Keluarga Pak Budiman dengan Keluarga Rasulullah SAW yaitu Ali Bin Abi Thalib (seorang menantu Kepala Negara ) dalam menyikapi Harta dan Kekayaan yang ada di tangan mereka dalam kisah selanjutnya, ( ingat Ali Bin Abi Thalib adalah manusia biasa seperti kita, maka membandingkan adalah hal yang wajar karena ajaran kitab suci kita juga sama yaitu Al-Qur’an, dengan Al-Qur’an seorang yang Buta Huruf seperti Muhammad SAW lahir menjadi Pemimpin dan Teladan bagi semua Ummat, seorang Preman seperti Umar bin Khothob Kepala Negara yang amat bijak dsb, tinggal bagaimana kita seberapa intensifkah kita belajar Al-Qur’an ?, ada waktu khusus, atau sisa waktu saja untuk Al-Qur’an atau disetiap ada kesempatan saja atau diseluruh aktifitas senantiasa kita sinergikan dengan Al-Qur’an ? )
Pada suatu hari Hasan dan Husen sakit keras. Fatimah binti Rasululloh SAW dan Ali bin Abi Thalib bernadzar kepada Allah, jika kedua putranya sembuh, mereka akan berpuasa selama tiga hari. Tanpa diduga Hasan dan Husen mengatakan bahwa mereka juga akan ikut berpuasa.
Allah berkenan memulihkan kesehatan Hasan dan Husen, dan keluarga Ali melaksanakan Nadzarnya walaupun mereka tidak mempunyai makanan sedikitpun untuk bekal berbuka puasa.
Pada saat itu Ali menemui orang Yahudi kenalannya bernama Sya’mun ia menawarkan diri untuk memintal bulu domba dengan imbalan tiga takar gandum. Pekerjaan memintal bulu domba itu dikerjakan Fatimah.
Pada hari pertama, Fatimah RA menyelesaikan sepertiga pekerjaannya dan mengambil setakar gandum sebagai upahnya. Tibalah waktu untuk berbuka puasa, mereka berkumpul untuk menikmati roti yang masih hangat.
Ketika mereka akan menikmati roti tersebut, tiba-tiba datanglah seorang pengemis meminta makanan. Ia berkata ,”Wahai keluarga Nabi, maukah kalian bersedekah kepada hamba, seorang fakir miskin yang sudah tidak makan beberapa hari lamanya?”. Dengan perasaan iba mereka memberikan roti itu kepada pengemis tadi dan mereka berbuka puasa bersama hanya dengan minum air tawar saja.
Keesokan harinya, mereka meneruskan nadzarnya. Pada waktu berbuka puasa, tiba-tiba terdengar orang memanggil mereka, “Wahai keluarga Rasulullah, aku seorang anak yatim, tidak ada sekerat makananpun dirumahku. Tolonglah aku, aku sangat lapar.” Ketika pintu dibuka, tampaklah seorang anak kecil yang kurus kering dengan badan gemetar. Melihat keadaan itu lalu merekapun memberikan roti yang siap mereka makan itu dan kembali mereka berbuka puasa hanya dengan air tawar.
Pada hari ketiga Fatimah menyelesaikan perkerjaannya yang tinggal sepertiga , setelah usai memintal ia pun mengambil gandum yang tinggal setakar lagi. Gandumpun diolah menjadi beberapa potong roti untuk berbuka puasa. Waktu berbuka puasa tiba, baru saja tangan mereka akan mnyentuh roti terdengar suara memanggil, “ Wahai keluarga Rasulullah, aku adalah seorang tawanan yang baru dilepas kaum kafir. Selama ditawan aku tidak diberi makanan sedikitpun, tolonglah aku.” Suara tersebut berasal dari seorang lelaki tua yang kurus kering. Ia berdiri di depan pintu.
” Wahau istriku Fatimah, tanpa ada orang yang menunjukkan ia datang kemari, ia mengeluh karena kelaparan dan kelihatan sengsara sekali. Barang siapa memberi orang yang sedang membutuhkan, ia akan memperoleh balasannya di akhirat kelak.” Kata Ali kepada istrinya. Fatimah menjawab, “Kita sudah tidak mempunyai gandum lagi, kedua anak kitapun sudah tampak kelaparan. Ya Allah, berilah mereka kekuatan. Wahai suamiku, tolonglah tawanan itu, ia lebih menderita daripada kita.” Akhirnya roti itupun diberikan kepada tawanan tadi.
Keesokan harinya mereka tidak berpuasa lagi, namun badan mereka sangat lemah. Fatimah dan Hasan & Husen pergi kerumah Rasulullah SAW, untuk meminta makanan. Beliau sangat sedih melihat keadaan mereka, lalu memeluknya sambil berurai air mata.
Pada saat itu turunlah ayat Al-Quran sebagai berikut :
“Mereka menunaikan nadzarnya dan takut kepada suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Mereka berkata” Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridhaan Allah, bukan karena mengharap balasan dan ucapan terima kasih darimu,”. Dan Allah memberi balasan kepada mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutra karena kesabaran mereka (Q.S Al-Ihsan:7-9 dan 12)
Subhanallah, Mari Segera Abadikan Yang Tersisa Dengan Sedekah, jika kita belum mampu mengabadikan Yang Terbaik. Dengan mengikuti Program Sedekah untuk Pelatihan Keterampilan dan Latihan Kerja untuk Remaja Yatim dan Dhu’afa. Info lengkap silahkan klik http://www.rumah-yatim-indonesia.org
MENJADI MANUSIA YANG TAK TERBATAS
Sahabat ,,,
Hidup kita di dunia ini sangat sangat terbatas, kemampuan kita terbatas waktu kita juga terbatas dan yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah bahwa keterbatasan itu, kita tidak tahu kapan berakhirnya, besok ? lusa ? bulan depan ? atau tahun depan ? sama sekali kita tidak tahu dan tak seorangpun tahu !
Oleh karena itu kita harus berbuat sesuatu yang membuat hidup kita menjadi Tak Terbatas, mengapa ? karena kita harus selalu khawatir kalau-kalau bekal untuk menghadap ke Pegadilan Allah Yang Maha Adil kelak, tidak cukup !
Ada satu hal yang sangat-sangat mudah dilakukan oleh kita semua yang membuat HIDUP KITA MENJADI TAK TERBATAS, apa itu ? PROSPEK ! yaitu MENGAJAK ORANG LAIN UNTUK BERBUAT BAIK, wah susah tuh ! tidak ada yang susah di Era Teknologi yang serba canggih saat ini, Bagaimana caranya ?
Coba sejenak kita renungkan Sabda Rasulullah SAW : “Siapa saja yang MENGAJAK kepada KEBAIKAN atau PETUNJUK maka ia akan MANDAPATKAN PAHALA SEPERTI PAHALA ORANG TERSEBUT YANG MENGIKUTINYA, yang demikian itu tidak akan mengurangi pahala mereka sedikitpun.” ( Al-Hadits )
artinya apa ? kalau banyak orang yang berbuat baik karena ajakan kita, maka disaat kita diam, atau tertidur bahkan matipun kita akan terus kebanjiran Pahala dari orang-orang yang berbuat baik karena ajakan kita tersebut, wow....enak bukan ? dan itu adalah hal yang sangat mudah.
Masih ingat salah satu langkah dalam MLM agar mendapatkan Passive Income adalah Mengundang orang dikumpulkan dalam satu tempat untuk dimotivasi dan diprospek agar ikut masuk mejadi member.
Nah inilah yang akan kita lakukan dalam dunia Maya dengan mengoptimal Facebook sebagai Media Prospek hanya saja tujuan kita adalah MENGAJAK TEMAN UNTUK BERBUAT BAIK agar kita dan teman-teman kita menjadi MANUSIA YANG TAK TERBATAS
Baik ! , saat ini Rumah Yatim Indonesia telah mempunyai 50.000 member aktif dari 100 grup yang telah dan akan kita buat dan itu adalah hasil dari ajakan Anda semua untuk bergabung dalam Grup2 RYI, sampai saat ini telah ada ribuan orang yang menyatakan dirinya BERTAUBAT dan BERUBAH MENJADI LEBIH BAIK, mengakhiri masa lalunya yang kelam dan memaulai hidup baru yang lebih berarti dan berkualitas untuk Dunia dan Akhiratnya. Dan hampir seribu orang yang telah ikut berpartisipasi membantu para anak Yatim dan Dhu’afa dalam program RYI, dan lagi-lagi itu semua adalah hasil dari ajakan Anda bergabung dalam Grup2 RYI.
Sahabat , coba kita bayangkan sejenak betapa dahsyatnya ! kalau ada ratusan atau ribuan orang yang kita undang dalam Grup-Grup RYI dan mereka kemudian mengubah hidupnya menjadi lebih baik terhadap sesama dan lebih taat kepada Allah SWT kemudian mereka berlomba-lomba untuk beramal sholeh dan berpartisipasi membantu menyantuni dan memberdayakan para Yatim dan Dhu’afa, lalu kemudian para Yatim dan Dhu’afa ini tumbuh dan berkembang menjadi manusia-manusia yang sholeh sholehah dan mandiri yang bernafaat untuk diri, keluarga dan masyarakatnya serta Agamanya, Subhaanallah, maka darah daging mereka akan menjadi saksi kelak untuk kita semua yang mengajak kepada kebaikan dan petunjuk, bagaimana ? dahsyat bukan ? semudah itulah menjadi MANUSIA TAK TERBATAS.
OK, BAGAIMANA SELANJUTNYA ?
Mari kita lakukan saat ini juga untuk meng add orang sebanyak-banyaknya jangan pernah berhenti meng add orang dan membuat account baru di Facebook selama ada kesempatan dan mumpung Facebook masih gratis, targetkan setiap account Anda maksimal mendapatkan 4.900 member ( jangan melebihi 5000 member ). Lalu undanglah seluruh member/teman anda ke Grup RYI, CARANYA ?
CARANYA :
Masuklah ke Home (Beranda) FB Anda lalu klik Group, kemudian pilihlah Group ZAKAT lalu bukalah Grup tersebut, lalu klik Invite People to Join ( Undang Orang untuk Gabung ) lalu klik/centanglah seluruh teman Anda, bagi Anda yang pernah mengundang centang aja lagi teman anda yang gambarnya belum abu2, kemudian ketiklah pesan yang menarik pada kotak add a Personal Message (sisipkan pesan pribadi ) misalnya : BAGI ANDA YANG INGIN MEMAKSIMALKAN FB ANDA UNTUK MENDULANG PAHALA DAN MENGINGINKAN HIDUP ANDA MENJADI LEBIH BAIK DAN BERKUALITAS MARI KITA GABUNG DI GRUP ISTANA SORGAKU atau kaimat ain yang lebih menarik, agar teman2 Anda tertarik Gabung dalam Grup ini setelah itu klik Send Invitations ( kirim undangan ), OK selesai.
Mari kita lakukakan sekarang juga karena SAAT INI adalah PENENTU MASA DEPAN KITA, dan Kita akan melihat bersama apa yang akan terjadi setelah hal ini kita lakukan secara bersama-sama.
Terima kasih, SELAMAT MENJADI MANUSIA UNLIMITED DAN MEMBANGUN JARINGAN YANG KOKOH BERSAMA RUMAH YATIM INDONESIA, Jaringan yang kita bangun ini pada saatnya nanti bukan hanya untuk kepentingan RYI semata, tapi UNTUK KITA SEMUA YANG MEMBUTUHKAN, PASTI !
Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, “Beri kami sedekah, Bu!”
Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas
berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala ia tahu jumlahnya dan ternyata itu tidak mencukup kebutuhannya, ia kemudian menguncupkan jari-jarinya dan ia arahkan kearah mulutnya, kemudian ia memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke arah mulutnya.
Seolah ia berkata dengan bahasa isyarat, “Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan.
” Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, “Tidak… tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!”
Ironisnya meski ia tidak menambahkan sedekahnya malah istri dan putrinya Budiman menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan.
Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang adalah tanggal dimana ia menerima gajian dari perusahaannya, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekeningnya. Ia sudah berada di depan ATM. Ia masukkan kartu ke dalam mesin tersebut. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncullah beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening. Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya.
Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Kemudian uang itu ia lipat menjadi kecil dan ia berniat untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah. Budiman memberikan uang itu. Lalu saat sang wanita melihat nilai uang yang ia terima betapa girangnya dia.
Ia berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan:
“Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah… Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga.Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga…!” Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja.
Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu.
Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya,
“Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga….!” Deggg…!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan.
Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana. Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman.
Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu.
“Ada apa Pak?” Istrinya bertanya. Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan: “Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!”
Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman menyatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis itu.
Namun Budiman melanjutkan kalimatnya: “Bu…, aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat mereka menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!
Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah. Bu…, aku malu kepada Allah!
Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah.”
Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang suka lalai atas segala nikmat-Mu!
Sahabat, mangapa kita masih kadang sering menggenggamkan tangan ketika di sekitar kita semakin banyak yang membutuhkan uluran tangan kita ? salah satu sebabnya adalah kita masih belum serius meghadapi kehidupan Akhirat dengan segala bentuk kenikmatannya dan segala derita yang sangat mengerikan dengan batas waktu yang tak terbayangkan lamanya dan kekalan didalamnya.
Kita kadang lebih banyak tenggelam dan ingin sekali terlibat dalam glamornya kehidupan duniawi dan sering lupa akan datangnya kehidupan Akhirat. Visi kita sering terhenti kepada suksesnya mencapai sejumlah capital dan Passive Income lupa akan Visi Kebahagiaan di Akhirat.
Coba kita bandingkan antara kehidupan Keluarga Pak Budiman dengan Keluarga Rasulullah SAW yaitu Ali Bin Abi Thalib (seorang menantu Kepala Negara ) dalam menyikapi Harta dan Kekayaan yang ada di tangan mereka dalam kisah selanjutnya, ( ingat Ali Bin Abi Thalib adalah manusia biasa seperti kita, maka membandingkan adalah hal yang wajar karena ajaran kitab suci kita juga sama yaitu Al-Qur’an, dengan Al-Qur’an seorang yang Buta Huruf seperti Muhammad SAW lahir menjadi Pemimpin dan Teladan bagi semua Ummat, seorang Preman seperti Umar bin Khothob Kepala Negara yang amat bijak dsb, tinggal bagaimana kita seberapa intensifkah kita belajar Al-Qur’an ?, ada waktu khusus, atau sisa waktu saja untuk Al-Qur’an atau disetiap ada kesempatan saja atau diseluruh aktifitas senantiasa kita sinergikan dengan Al-Qur’an ? )
Pada suatu hari Hasan dan Husen sakit keras. Fatimah binti Rasululloh SAW dan Ali bin Abi Thalib bernadzar kepada Allah, jika kedua putranya sembuh, mereka akan berpuasa selama tiga hari. Tanpa diduga Hasan dan Husen mengatakan bahwa mereka juga akan ikut berpuasa.
Allah berkenan memulihkan kesehatan Hasan dan Husen, dan keluarga Ali melaksanakan Nadzarnya walaupun mereka tidak mempunyai makanan sedikitpun untuk bekal berbuka puasa.
Pada saat itu Ali menemui orang Yahudi kenalannya bernama Sya’mun ia menawarkan diri untuk memintal bulu domba dengan imbalan tiga takar gandum. Pekerjaan memintal bulu domba itu dikerjakan Fatimah.
Pada hari pertama, Fatimah RA menyelesaikan sepertiga pekerjaannya dan mengambil setakar gandum sebagai upahnya. Tibalah waktu untuk berbuka puasa, mereka berkumpul untuk menikmati roti yang masih hangat.
Ketika mereka akan menikmati roti tersebut, tiba-tiba datanglah seorang pengemis meminta makanan. Ia berkata ,”Wahai keluarga Nabi, maukah kalian bersedekah kepada hamba, seorang fakir miskin yang sudah tidak makan beberapa hari lamanya?”. Dengan perasaan iba mereka memberikan roti itu kepada pengemis tadi dan mereka berbuka puasa bersama hanya dengan minum air tawar saja.
Keesokan harinya, mereka meneruskan nadzarnya. Pada waktu berbuka puasa, tiba-tiba terdengar orang memanggil mereka, “Wahai keluarga Rasulullah, aku seorang anak yatim, tidak ada sekerat makananpun dirumahku. Tolonglah aku, aku sangat lapar.” Ketika pintu dibuka, tampaklah seorang anak kecil yang kurus kering dengan badan gemetar. Melihat keadaan itu lalu merekapun memberikan roti yang siap mereka makan itu dan kembali mereka berbuka puasa hanya dengan air tawar.
Pada hari ketiga Fatimah menyelesaikan perkerjaannya yang tinggal sepertiga , setelah usai memintal ia pun mengambil gandum yang tinggal setakar lagi. Gandumpun diolah menjadi beberapa potong roti untuk berbuka puasa. Waktu berbuka puasa tiba, baru saja tangan mereka akan mnyentuh roti terdengar suara memanggil, “ Wahai keluarga Rasulullah, aku adalah seorang tawanan yang baru dilepas kaum kafir. Selama ditawan aku tidak diberi makanan sedikitpun, tolonglah aku.” Suara tersebut berasal dari seorang lelaki tua yang kurus kering. Ia berdiri di depan pintu.
” Wahau istriku Fatimah, tanpa ada orang yang menunjukkan ia datang kemari, ia mengeluh karena kelaparan dan kelihatan sengsara sekali. Barang siapa memberi orang yang sedang membutuhkan, ia akan memperoleh balasannya di akhirat kelak.” Kata Ali kepada istrinya. Fatimah menjawab, “Kita sudah tidak mempunyai gandum lagi, kedua anak kitapun sudah tampak kelaparan. Ya Allah, berilah mereka kekuatan. Wahai suamiku, tolonglah tawanan itu, ia lebih menderita daripada kita.” Akhirnya roti itupun diberikan kepada tawanan tadi.
Keesokan harinya mereka tidak berpuasa lagi, namun badan mereka sangat lemah. Fatimah dan Hasan & Husen pergi kerumah Rasulullah SAW, untuk meminta makanan. Beliau sangat sedih melihat keadaan mereka, lalu memeluknya sambil berurai air mata.
Pada saat itu turunlah ayat Al-Quran sebagai berikut :
“Mereka menunaikan nadzarnya dan takut kepada suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Mereka berkata” Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridhaan Allah, bukan karena mengharap balasan dan ucapan terima kasih darimu,”. Dan Allah memberi balasan kepada mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutra karena kesabaran mereka (Q.S Al-Ihsan:7-9 dan 12)
Subhanallah, Mari Segera Abadikan Yang Tersisa Dengan Sedekah, jika kita belum mampu mengabadikan Yang Terbaik. Dengan mengikuti Program Sedekah untuk Pelatihan Keterampilan dan Latihan Kerja untuk Remaja Yatim dan Dhu’afa. Info lengkap silahkan klik http://www.rumah-yatim-indonesia.org
MENJADI MANUSIA YANG TAK TERBATAS
Sahabat ,,,
Hidup kita di dunia ini sangat sangat terbatas, kemampuan kita terbatas waktu kita juga terbatas dan yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah bahwa keterbatasan itu, kita tidak tahu kapan berakhirnya, besok ? lusa ? bulan depan ? atau tahun depan ? sama sekali kita tidak tahu dan tak seorangpun tahu !
Oleh karena itu kita harus berbuat sesuatu yang membuat hidup kita menjadi Tak Terbatas, mengapa ? karena kita harus selalu khawatir kalau-kalau bekal untuk menghadap ke Pegadilan Allah Yang Maha Adil kelak, tidak cukup !
Ada satu hal yang sangat-sangat mudah dilakukan oleh kita semua yang membuat HIDUP KITA MENJADI TAK TERBATAS, apa itu ? PROSPEK ! yaitu MENGAJAK ORANG LAIN UNTUK BERBUAT BAIK, wah susah tuh ! tidak ada yang susah di Era Teknologi yang serba canggih saat ini, Bagaimana caranya ?
Coba sejenak kita renungkan Sabda Rasulullah SAW : “Siapa saja yang MENGAJAK kepada KEBAIKAN atau PETUNJUK maka ia akan MANDAPATKAN PAHALA SEPERTI PAHALA ORANG TERSEBUT YANG MENGIKUTINYA, yang demikian itu tidak akan mengurangi pahala mereka sedikitpun.” ( Al-Hadits )
artinya apa ? kalau banyak orang yang berbuat baik karena ajakan kita, maka disaat kita diam, atau tertidur bahkan matipun kita akan terus kebanjiran Pahala dari orang-orang yang berbuat baik karena ajakan kita tersebut, wow....enak bukan ? dan itu adalah hal yang sangat mudah.
Masih ingat salah satu langkah dalam MLM agar mendapatkan Passive Income adalah Mengundang orang dikumpulkan dalam satu tempat untuk dimotivasi dan diprospek agar ikut masuk mejadi member.
Nah inilah yang akan kita lakukan dalam dunia Maya dengan mengoptimal Facebook sebagai Media Prospek hanya saja tujuan kita adalah MENGAJAK TEMAN UNTUK BERBUAT BAIK agar kita dan teman-teman kita menjadi MANUSIA YANG TAK TERBATAS
Baik ! , saat ini Rumah Yatim Indonesia telah mempunyai 50.000 member aktif dari 100 grup yang telah dan akan kita buat dan itu adalah hasil dari ajakan Anda semua untuk bergabung dalam Grup2 RYI, sampai saat ini telah ada ribuan orang yang menyatakan dirinya BERTAUBAT dan BERUBAH MENJADI LEBIH BAIK, mengakhiri masa lalunya yang kelam dan memaulai hidup baru yang lebih berarti dan berkualitas untuk Dunia dan Akhiratnya. Dan hampir seribu orang yang telah ikut berpartisipasi membantu para anak Yatim dan Dhu’afa dalam program RYI, dan lagi-lagi itu semua adalah hasil dari ajakan Anda bergabung dalam Grup2 RYI.
Sahabat , coba kita bayangkan sejenak betapa dahsyatnya ! kalau ada ratusan atau ribuan orang yang kita undang dalam Grup-Grup RYI dan mereka kemudian mengubah hidupnya menjadi lebih baik terhadap sesama dan lebih taat kepada Allah SWT kemudian mereka berlomba-lomba untuk beramal sholeh dan berpartisipasi membantu menyantuni dan memberdayakan para Yatim dan Dhu’afa, lalu kemudian para Yatim dan Dhu’afa ini tumbuh dan berkembang menjadi manusia-manusia yang sholeh sholehah dan mandiri yang bernafaat untuk diri, keluarga dan masyarakatnya serta Agamanya, Subhaanallah, maka darah daging mereka akan menjadi saksi kelak untuk kita semua yang mengajak kepada kebaikan dan petunjuk, bagaimana ? dahsyat bukan ? semudah itulah menjadi MANUSIA TAK TERBATAS.
OK, BAGAIMANA SELANJUTNYA ?
Mari kita lakukan saat ini juga untuk meng add orang sebanyak-banyaknya jangan pernah berhenti meng add orang dan membuat account baru di Facebook selama ada kesempatan dan mumpung Facebook masih gratis, targetkan setiap account Anda maksimal mendapatkan 4.900 member ( jangan melebihi 5000 member ). Lalu undanglah seluruh member/teman anda ke Grup RYI, CARANYA ?
CARANYA :
Masuklah ke Home (Beranda) FB Anda lalu klik Group, kemudian pilihlah Group ZAKAT lalu bukalah Grup tersebut, lalu klik Invite People to Join ( Undang Orang untuk Gabung ) lalu klik/centanglah seluruh teman Anda, bagi Anda yang pernah mengundang centang aja lagi teman anda yang gambarnya belum abu2, kemudian ketiklah pesan yang menarik pada kotak add a Personal Message (sisipkan pesan pribadi ) misalnya : BAGI ANDA YANG INGIN MEMAKSIMALKAN FB ANDA UNTUK MENDULANG PAHALA DAN MENGINGINKAN HIDUP ANDA MENJADI LEBIH BAIK DAN BERKUALITAS MARI KITA GABUNG DI GRUP ISTANA SORGAKU atau kaimat ain yang lebih menarik, agar teman2 Anda tertarik Gabung dalam Grup ini setelah itu klik Send Invitations ( kirim undangan ), OK selesai.
Mari kita lakukakan sekarang juga karena SAAT INI adalah PENENTU MASA DEPAN KITA, dan Kita akan melihat bersama apa yang akan terjadi setelah hal ini kita lakukan secara bersama-sama.
Terima kasih, SELAMAT MENJADI MANUSIA UNLIMITED DAN MEMBANGUN JARINGAN YANG KOKOH BERSAMA RUMAH YATIM INDONESIA, Jaringan yang kita bangun ini pada saatnya nanti bukan hanya untuk kepentingan RYI semata, tapi UNTUK KITA SEMUA YANG MEMBUTUHKAN, PASTI !



Tidak ada komentar:
Posting Komentar